Sabtu, 14 Februari 2015

Majalah Anak Sholih edisi 03 tahun 5 (Tema : Api, air dan udara)

assalamualaikum teman-teman
alhamdulillah jumpa lagi dalam suasana yang bahagia. kali ini majalah anak islam kesayangan kita majalah anak sholih,  akan menghadirkan tema yang membahas tentang udara. tentu kita semua telah mengenal udara ya? naah disini kita akan belajar mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan udara. Sumber udara, manfaat udara, berhitung,mewarnai dan masih banyak yang lainnya

tak lupa juga setia menemani kita adalah rubrik doa dan dzikir, aqidah, kisah islami yang seru. waah jadi tidak sabar ya ingin segera beraktifitas bersama majalah anak sholih. siap menemani ananda di sekolah PAUD.
selamat bermain dan belajar

Selasa, 03 Februari 2015

Mendidik Anak Sejak Usia Dini


Wahai ayah bunda pendidik...
Pendidikan anak usia dini, merupakan fase yang sangat penting
Dimana merupakan tahap menegakkan pondasi/ dasar yang kuat pada anak
Dengan menanamkan aqidah yang benar, sehingga terbentuk akhlaq yang mulia
Dengan tauhid yang lurus menjauhkan mereka dari perbuatan syirik sejak dini

Wahai ibu bapak curahan hati anak muslim...
Mungkin sebagian kita merasa, masa belajar anak belum patut untuk ditanamkan ilmu agama sejak dini
Menggangap saat itu,  masa kanak-kanak, hanya masa untuk bermain, bernyanyi...
Sehingga tidak pantas menanamkan akhlaq sejak dini 
Ketahuilah... wahai ayah bunda pendidik, mereka ibarat kertas putih

Bukankah mendidik tidak harus mengekang mereka
Bukankah mendidik dan menanamkan akhlaq yang mulia tidak harus menekan 
Dengan kisah islami untuk anak, bisa menanmkan jiwa dan akhlaq yang mulia
Dengan bacaan anak yang menyenangkan bagi mereka



Jumat, 16 Januari 2015

Keunikan Karakter Anak



Bismillahirrahmaanirrahiim

Seorang teman bercerita, bahwa ia mendapati perbedaan watak antara anak yang pertama (berusia 5 tahun) dan anak yang kedua (berusia 3 tahun). Hal tersebut terlihat sekali ketika pengalaman unik mereka dijadikan bahan atau tema obrolan di tengah keluarga. Yang membuat ia bingung ialah sikap dari anak pertama, dimana apabila pengalamannya diceritakan di tengah keluarga, sikapnya seperti kecewa dan marah. Berbeda jauh dengan anak yang kedua. Apabila pengalaman uniknya diceritakan sebagai bahan obrolan di tengah keluarga, adiknya tersebut hanya tersenyum dan tertawa. Lalu apakah salah jika anak pertama dalam kasus di atas bersikap demikian? Dan apa yang seharusnya orangtua lakukan jika dihadapkan pada hal tersebut?.
Pada dasarnya perbedaan karakter tersebut bukanlah merupakan suatu kesalahan, melainkan suatu keunikan yang telah Allah Ta’ala ciptakan dalam diri manusia, sekalipun manusia itu anak kembar sekalipun.
Berkaitan dengan hal di atas, sebuah kasus yang menceritakan sikap kakak yang terkesan berbeda dengan sikap adik dalam menghadapi suatu masalah, dimana hal itu membuat orangtuanya bingung dan bertanya-tanya, akankah sikap kakak tersebut bisa diubah ataukah tidak?.
Hal yang mendasar dan perlu diingat bagi setiap orangtua adalah berfikir bukan pada bagaimana menghilangkan perbedaan sikap itu, namun bagaimana orang tua mengarahkan perbedaan yang ada. Jika hal tersebut terjadi kepada kita sebagai orangtua, sebaiknya kita memperhatikan hal-hal berikut:
  1. Anak Bagai Kertas Putih
Islam telah mengajarkan kepada kita bahwa setiap anak dilahirkan ke dunia dalam keadaan suci dan orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut beragama Islam, Yahudi maupun Majusi. Begitu pula dengan teori dalam Psikologi yang menjelaskan bahwa anak yang dilahirkan ke dunia ini bagai kertas putih, orangtuanya maupun lingkungannyalah yang mewarnainya dengan warna yang berbeda. 
  1. Setiap Anak Itu Unik
Warna berbeda yang orangtua maupun lingkungan berikan pada anak melalui proses meniru dan pembelajaran, merupakan hasil warna yang berbeda dan unik. Jadi hal tersebut sudah selayaknya diketahui oleh setiap orangtua, bahwa perbedaan itu bagian dari kewajaran selama hal tersebut tidak keluar dari syariat-syariat Islam.
  1. Pengarahan
Memarahi bukan jalan terbaik untuk merubah sikap anak yang terlihat berbeda.       Memberikan pengarahan dengan kasih sayang merupakan cara terbaik             agar anak terhindar dari sikap-sikap yang tidak diinginkan.
            Barangsiapa yang tidak punya rasa belas kasihan, niscaya tidak akan dikasihani            (HR.Bukhari)
Kesimpulannya, bahwa karakter yang berbeda dan tercipta pada diri seorang anak itu berasal dari turunan orang-tua dan juga hasil dari proses pembelajaran yang didapatkannya dari lingkungan sekitar.

About

Flickr

Popular Posts

Live streaming