Rabu, 15 April 2015

Majalah anak sholih edisi 05 th.5 (tema: alam semesta)

assalamu'alaikum teman teman
jumpa lagi dengan majalah anak sholih, majalah anak islam untuk ananda di TK, PAUD (Pendidikan Usia Dini)..
subhanalloh semangat sekali ya hari ini. sudah siap bermain dan belajar serta berpetualang bersama sholih?
baiklah, kali ini kita akan bersama-sama menjelajah alam ciptaan Alloh, mengenal berbagai bencana alam, dan kebesaran Alloh di saat siang dan malam.
jangan lewatkan juga rubrik kisah islami yang pastinya seru dan banyak manfaat. juga pesan-pesan rosululloh untuk kita anak islam agar memiliki akhlaq yang mulia. wah, menarik yah..
jangan lupa berdoa dulu ya, semoga kita mendapat ilmu yang bermanfaat

Selasa, 17 Maret 2015

Majalah anak sholih edisi 04 th.5, tema Tanah Airku

Majalah anak Islam "anak sholih" edisi 04
assalamu'alaikum teman teman
senang sekali majalah anak sholih, majalah anak islam untuk PAUD (Pendidikan Usia Dini)... dapat hadir kembali, sudah siap kan untuk bermain dan berkreasi bersama anak sholih? alhamdulillah, semoga suasana belajar kita jadi makin seru.
eh teman teman, ada tidak yang pernah pergi ke desa? asik bukan? ada sawah, gunung yang tinggi, sungai yang jernih dan sawah yang luas.
kalo di kota ada apa saja ya teman teman? kalian pasti tahu, karena setiap hari kita jumpai.
nah, pada edisi kali ini majalah anak sholih akan membahas tentang berbagai macam keanekaragaman tanah air  dan keindahan desa dan kota. ada juga gambar-gambar yang bisa kalian warnai, adab islami dan kisah islami (kisah teladan anak islam) seru lho. tidak sabar kan? yuk jangan lewatkan setiap rubriknya.

Kamis, 05 Maret 2015

Kisah Peletakan Hajar Aswad



Anak-anak islam yang dicintai Allah...dalam kesempatan ini majalah anak islam "anak sholih" akan berbagi kisah islami tentang kisah peletakkan hajar aswad. Nah yuuk kita simak kisahnya.

Ketika Rasulullah berusia tiga puluh lima tahun, beliau belum diangkat oleh Allah sebagai seorang nabi. Waktu itu kota Makkah dilanda banjir besar yang meluap sampai ke Masjidil Haram. Orang-orang Quraisy menjadi khawatir banjir ini akan dapat meruntuhkan Ka’bah.
Selain itu, bangunan Ka’bah dulunya belumlah beratap. Tingginya pun hanya sembilan hasta. Ini menyebabkan orang begitu mudah untuk memanjatnya dan mencuri barang-barang berharga yang ada di dalamnya.
Oleh karena itu bangsa Quraisy akhirnya sepakat untuk memperbaiki bangunan Ka’bah tersebut dengan terlebih dahulu merobohkannya.
Rasulullah sendiri ikut bersama-sama yang lain membangun kabah. Beliau bergabung bersama paman beliau Abbas radhiyallahu ‘anhu. Ketika beliau mengambil batu-batu, Abbas menyarankan kepada beliau untuk mengangkat jubah beliau hingga di atas lutut. Namun Allah menakdirkan agar aurat beliau senantiasa tertutup, sehingga belum sempat beliau mengangkat jubahnya, beliau jatuh terjerembab ke tanah.
Beliau kemudian memandang ke atas langit sambil berkata, “Ini gara-gara jubahku, ini gara-gara jubahku”. Setelah itu aurat beliau tidaklah pernah terlihat lagi.

Peletakan Hajar Aswad

Sebelum kita lanjutkan kisah ini, tahukah kalian apa itu hajar aswad?
Hajar Aswad adalah sebuah batu yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari surga. Dulu batu itu berwarna putih, namun karena dosa-dosa anak Adam, maka batu itu pun berubah menjadi berwarna hitam.
Nah, ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Mereka berselisih sampai empat atau lima hari. Perselisihan ini bahkan hampir menyebabkan pertumpahan darah.
Abu Umayyah bin Al-Mughirah Al-Makhzumi kemudian memberikan saran kepada mereka agar menyerahkan keputusan kepada orang yang pertama kali lewat pintu masjid. Bangsa Quraisy pun menyetujui ide ini.
Allah subhanahu wa ta’ala kemudian menakdirkan bahwa orang yang pertama kali lewat pintu masjid adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang Quraisy pun ridha dengan diri beliau sebagai penentu keputusan dalam permasalahan tersebut.
Rasulullah pun kemudian menyarankan suatu jalan keluar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka. Bagaimana jalan keluarnya?
Beliau mengambil selembar selendang. Kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu. Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut.
Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah.



About

Flickr

Popular Posts

Live streaming